Artikel

Indahnya Sunset di Pasir Timbul Meko

Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, memiliki destinasi yang menyejukkan mata. Mulai pemandangan sunset, hingga hamparan pasir timbul di tengah laut yang berada dekat Dusun Meko, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.

Watch the video
Artikel

Indahnya Sunset di Pasir Timbul Meko

Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, memiliki destinasi yang menyejukkan mata. Mulai pemandangan sunset, hingga hamparan pasir timbul di tengah laut yang berada dekat Dusun Meko, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.

Read More

Kepala Biro Komunikasi Publik, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Guntur Sakti menjelaskan, warga setempat menamainya Pasir Timbul Meko. Dinamai pasir timbul, lantaran terdapat gundukan pasir di tengah laut seperti pulau kecil tak berpenghuni.

Luasnya kurang 1 kilometer persegi. ''Pasir putih yang sedikit berwarna pink ini kontras dengan warna laut yang biru kehijauan,'' ungkapnya, Kamis (7/2/2019).

Pasir warna pink itu berasal dari karang yang hancur. Keindahan ini tampak sempurna dengan dipadu pulau-pulau berwarna hijau yang subur.

Tak ada ombak di pantai pasir itu, hanya riak-riak kecil yang menyapu pasir putih yang lembut. Jika air laut pasang, pulau itu akan tenggelam.

Namun, keindahan Pasir Timbul Meko harus dibayar dengan perjalananan yang cukup panjang. Dari Pelabuhan Pelni Larantuka di Kota Larantuka, menyeberang ke pelabuhan Tubilota di Pulau Adonara.

Wisatawan dapat menumpang kapal motor dengan harga Rp 5 ribu dengan waktu tempuh 10 menit. Kemudian, melintasi Pulau Adonara.

Sewa mobil jadi cara tepat menuju ke Meko lantaran minimnya transportasi umum dan jauhnya perjalanan. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai di Dusun Meko.

Dusun Meko dihuni suku Bajo yang mata pencahariannya nelayan. Mereka hidup sehari-hari dari hasil tangkapan ikan. Dengan menggunakan sampan kecil, mereka menebar jaring untuk menangkap ikan.

Warga di sana bisa mengantarkan ke Pasir Timbul Meko. Pelancong dapat menyewa perahu nelayan lokal dengan harga Rp 400 ribu PP. Dalam perjalanan menuju pulau itu, akan disuguhi pemandangan yang tak kalah indah.

Wisatawan akan melintasi Laut Meko yang airnya jernih. Sepanjang jalan tampak terumbu karang berwarna-warni.

Jika melihat ke belakang akan melihat Ile (Gunung) Boleng. Di sisi kiri dan kanan ada Bukit Sandosi dan Lembata. Sementara di depan, ada gunung api.

Secara aksesibilitas, menuju Pasir Timbul Meko bisa melalui Kota Larantuka yang bisa dijangkau dengan dua penerbangan dari Kupang. Sementara lewat Maumere dengan menempuh perjalanan darat 4 jam bisa menjadi alternatif perjalanan ke Larantuka.

Dia menambahkan, fasilitas pendukung pariwisata seperti hotel dan restoran juga sudah tumbuh berkembang. Di Kota Larantuka banyak ditemui hotel-hotel bahkan homestay.

 

Sumber : indopos.co.id

  • New Promo

  • Vlog

Loading
Loading
Right Banner 1